IT FOR ISLAM

Gagas IT di PTAI

Peranan Informasi

PERANAN INFORMASI DALAM MENCEGAH MELUASNYA

MUSIBAH KEBAKARAN

By. Supratman Zakir

 

Negeri Mimpi, 2 Agustus 2007. Tragedi kebakaran di Jl. Sefza Auma Tiang Alama, RT 28 RW. 09 yang menewaskan dua petugas pemadam kebakaran (PMK), menuai kritik pedas kalangan Dewan Perwakilan Daerah Hi-Tech City. Dalam waktu dekat ini, DPRD berencana akan memanggil secara kelembagaan untuk meminta keterangan Perusahan Penyedia Jasa Energi (PJPE) seperti PLN-nya Indonesia atas kejadian tersebut. “Kami mengecam keras kinerja PJPE,” kata Ketua Fraksi Partai Teknologi Informasi, Budhiansyah.

PJPE kata Budi, harus menjelaskan masalah ini kepada Dewan. Penjelasan itu dimulai dari mekanisme, koordinasi hingga protap (prosedur tetap) baik secara internal maupun ekternal, khususnya saat terjadi kebakaran.

“Kami juga minta peta rayonisasi sentral-sentral listrik dan bagaimana teknisnya jika harus dilakukan pemadaman, misalnya karena ada kebakaran,” tandas Budi yang mengaku akan segera mengkoordinasikan rencana pemanggilan PJPE itu ke pimpinan Dewan. “Ini masalah serius. Apalagi menyangkut nyawa dan harta warga kita,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Fraksi Income Generating Agus Suwandi. Dengan kasus meninggalnya 2 orang petugas PMK tersebut, semakin memperjelas kinerja PJPE selama ini sangat buruk. Menurutnya Agus, bila ada kejadian yang mengharuskan pemadaman listrik seperti kebakaran, dalam bayangannya ada skema koordinasi yang telah terpola dan otomatis dilaksanakan sebagai protap.

“Nah, terlepas dari adanya kesalahan informasi lokasi kebakaran, paling tidak ada prosedur check and balance, agar akurasi informasi itu bisa dipertanggung jawabkan. Kami minta pimpinan DPRD segera memanggil manajemen PJPE untuk menjelaskan masalah ini, sekaligus hasil investigasi internal PJPE,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komisi II bidang keselamatan warga, Arifin Idris. Bahkan secara lantang ia memperingatkan keras pihak PJPE agar kejadian serupa tidak terulang lagi. “Yang jelas kami akan mendesak pimpinan Dewan mengundang manajemen PJPE untuk menjelaskan masalah ini,” tandasnya diamini anggota komisi IV bidang komunikasi, M Arsyad.

Seperti diwartakan, 2 orang petugas PMK daerah Hi-tech City, Teja Purnama dan Budi Santoso, tewas tersengat listrik di hadapan puluhan rekan kerjanya, saat berusaha memadamkan api yang menghanguskan 7 rumah di kebakaran di Jl. Sefza Auma Tiang Alama, RT 28 RW. 09, Rabu (26/4).

Kejadian ini berawal, karena kesalahan informasi yang diperoleh petugas PT.PJPE Cabang Hi-Tech City mengenai lokasi kebakaran. Sehingga pemadaman tidak pada wilayah musibah. Walikota Hi-Tech City, Achmad Amins dan Wakil Walikota Syaharie Ja’ang sempat secara langsung melihat kejadian tragis itu.

Sementara itu, Manajer Cabang PT. PJPE Cabang Hi-Tech City, Daru Tri Tjahjono mengatakan, belum bisa menyimpulkan apakah kecelakaan yang menimpa 2 petuasg PMK akibat kelalaian PJPE. “Kami masih investigasi di internal PJPE. Memang saat kebakaran, lokasi tersebut masih dialiri listrik karena ada kesalahan informasi lokasi kebakaran yang diterima petugas kami,” ucap Daru.

 

Analisis

Kejadian di atas dapat diatasi jika informasi yang diperlukan pada saat kejadian akurat dan tepat waktu, akan tetapi karena tidak memandang informasi sebagai knowledge maka kejadian tersebut tidak dapat dihindari. Seperti diketahui bahwa informasi adalah hasil pengolahan dari data yang digunakan untuk membantu pengambil keputusan yang memiliki kriteria-kriteria, seperti : Perama relevan, suatu informasi mempunyai manfaat sebagai dasar pengambilan keputusan. Kedua, akurat, ketepatan dan dapat diandalkannya suatu informasi. Ketiga, tepat waktu, informasi yang diperoleh terbaru dan mudah diperoleh saat dibutuhkan. Keempat, ringkas, informasi telah dikelompokkan sehingga tidak perlu diterangkan. Kelima, jelas, tingkat informasi dapat di mengerti oleh penerima. Keenam, dapat dikuantifikasi, tingkat informasi dapat dinyatakan dalam bentuk angka. Dan yang terakhir, konsisten, tingkat informasi dapat diperbandingkan.

Sistem informasi sangat penting untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Dimana sistem informasi mempunyai tujuan untuk mendukung sebuah aplikasi Decision Support System (DSS). Keefektifan dalam mengembangkan DSS diperlukan suatu pemahaman tentang bagaimana sistem informasi ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga DSS ini dapat membantu seorang manajer dalam meningkatkan kinerjanya dalam mengambil suatu keputusan. Sistem pendukung keputusan atau Decision Support System (DSS) merupakan sebuah alat bantu yang menggunakan aplikasi sistem informasi berbasis komputer. DSS ini digunakan manajer untuk memecahkan masalah semi struktur, dimana manajer dan komputer harus bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah yang berada diarea semi struktur.

Dalam kaitan dengan kejadian di atas, pada prinsipnya pihak PT. PJPE dapat saja menggunakan system informasi dengan dukungan aplikasi DSS, sehingga informasi yang dibutuhkan pada sat-saat yang sangat krusial dapat digunakan dan dapat mencegah terjadinya kesalahan informasi sehingga musibah yang menimpa 2 orang karyawan PT. PJPE dapat dicegah.

 

Iklan

Februari 9, 2009 - Posted by | Refleksi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: